ABS (Asal Bukan S) Hot Issue

18.31 / Diposting oleh Mr. Airlangga /

Denpasar. Semalam aku lagi sempat lihat acara menarik di salah satu TV Swasta Nasional , acaranya "Negeri Impian". Suatu acara parodi politik yang suka lakukan plesetan-pelesetan terhadap tokoh maupun aksi-ucap para tokoh negeri ini (Dalam acara disebut Negeri Tetangga).

Ada hal yang lagi panas saat ini serta disinggung-singgung oleh acara itu, yaitu isu tentang ABS. Apa itu ABS ? Katanya sih "Asal Bukan S". Konon, Isu ini keluar di jajaran TNI. Dan memang bukan hal yang aneh jika para beberapa petinggi negeri ini berasal dari Purnawirawan TNI. Sebut saja Suharto dan SBY. Apalagi fenomena kandidat untuk Pemilu 2009 ini juga banyak yang bermunculan dari purnawirawan TNI. Sebut saja Prabowo dari Partai GERINDRA (Plesetannya Partai NGERI NGGAAA.... He3x) dan Wiranto dengan HANURAnya. Apakah ini timbul melihat cerita sukses dari pendahulunya si SBY ?

Keluarnya isu ABS ini di kalangan TNI, juga menyulut presiden negeri kita untuk turut berkomentar. Dia menginstruksikan agar jajaran TNI harus lepas dari percaturan politik Indonesia, yang lagi hangat-hangatnya ini. TNI harus dapat kembali ke fungsinya seperti menjaga keutuhan dan stablitas negara. Apabila kita mau membula lembaran lama Indonesia, TNI masih memiliki kekuatan kuat pada era orde baru. Bagaimana partai Golkar saat itu sangat berkuasa tidak hanya sekendar PNS yang diwajibkan tetapi dukungan dari TNI juga mengakar. Sehingga "You Know Who !" bisa terus duduk manis di kursi kekuasaan untuk periode yang cukup lama. Luar biasa bukan ! Power TNI ini yang mungkin dapat digunakan sebagai kendaraan politik oleh beberapa orang sehingga dapat memenangkan Pemilu 2009.

ABS issue ini, juga ada yang menyoroti dari sisi lain. Beberapa pengamat, berkomentar mungkin ini salah satu bentuk cara simpatisan SBY untuk meraih simpati rakyat indonesia. Coba saja kita lihat, bagaimana SBY sukses ? Salah satu nya adalah simpati rakyat indonesia saat SBY di "Zolimi" oleh Mega (pada era Mega berkuasa). Masih ingatkan berita tentang SBY yang tidak diikut sertakan dalam sidang kabinet, hingga akhirnya SBY memilih untuk mundur dari kabinet Mega ? Walaupun juga ada faktor ibu-ibu yang memilih karena suka dengan ketampanan dan kegagahan SBY :) . Apakah memang rakyat indonesia ini masih terlalu bodoh untuk memilih pemimpinnya dari sisi simpati dan penampilan fisik ? Saya rasa iya, melihat dari tingkat pendidikan rakyat Indonesia yang memang masih rendah, sehingga mereka belum bisa melihat seorang figur negara dari sisi kapabilitas maupun intelektualitas. Bahasa-bahasa itu masih terlalu tinggi bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Berapa sih sebenarnya penduduk Indonesia yang berpendidikan tinggi ? Pernahkah kamu hitung dan sadari ? Mungkin peluang kebodohan negeri ini yang dimanfaatkan oleh para tokoh politik. Ironis ..
Paradigma cari simpati ini segera disangkal oleh petinggi TNI, bahwa negara Indonesia saat ini tidak sebodoh itu, bodoh yang seperti memilih pemimpinnya karena Simpati ? Menurutnya, penduduk kita ini sudah lebih cerdas dan dia juga menegaskan bahwa TNI akan keluar dari percaturan politik dan menjalankan Dwi Fungsinya sebagaimana yang di perintahkan oleh Bapak Presiden. Ada hal yang menarik dengan perbincangan dengan tokoh TNI tersebut, beliau sempat mengutarakan bahwa anggota TNI sebenarnya sama saja dengan rakyat biasa, memiliki pemikiran yang plural. Hanya saja yang berbeda adalah pekerjaan mereka yang mengharuskan untuk mengikuti instruksi dari atasan dengan baik. Hal ini memang sangat terkait dengan pekerjaannya sebagai penjaga stabilitas negara dan resiko pekerjaan saat di medan perang yang mengharuskan patuh terhadap Komandan. Kepatuhan tersebut sering terkenal sebagai " Rantai Komando"
Sempat terbesit dalam pemikiran "Sangat mungkin sekalikan, jika ada oknum yang memakai Rantai Komando sebagai alat politiknya untuk sukses di 2009?".Who know's ?

Antri daftar Cawapres
Semakin dekat menuju pemilu 2009 Indonesia, maka semakin geliat aksi politik untuk berebut kekuasaan. Beberapa tokoh sudah mem"proklamir"kan dirinya untuk menjadi CAPRES 2009 nanti. Bahkan aksi politik yang lucu ini sempat di parodikan dalam acara "Membangun Negeri Impian". Dikisahkan Bu Megawangi telah memproklamirkan bahwa dia telah menjadi Capres 2009. Didalam ruang tamunya datang 2 tokoh negeri Impian yaitu PRAnoto dari Partai NGERINGGAA.. dan Sri Sultan. Keduanya saling mendaftarkan ke Bu Megawangi untuk dapat diterima sebagai Cawapresnya di pemilu berikutnya. Pranoto dan Sri Sultan saling unjuk kebolehan serta visi misinya (Sri sultan malah menujukkan kemampuannya di bidang pantun, aneh ? Cawapres kok bisanya mantun ? Hi3). Nah ditengah saling unjuk kebolehan, datang ajudan PRAnoto yang memberikan kabar bahwa TOKOH sebelah juga mendaftakan diri sebagai CAPRES pemilu 2009. Klo melihat dari peluang, kans tetangga lebih besar untuk menang. Dengan berbagai alasan si PRAnoto ijin untuk pergi dan pindah daftar jadi Cawapres di tetangga. Langsung aja Megawangi nyeletuk " Mo jadi Cawapres kok ga loyal ? ".
Merasa sudah tidak ada saingan, Sang Sri Sultan merasa dia pasti akan jadi pendamping politik bu Megawangi. Tak lama setelah itu, ajudannya juga datang. Kali ini masukan dari ajudannya berbeda. Menurutnya "Sri Sultan ini kan RAJA, masak mau jadi no.2 ? Seharusnya Sri Sultan ini maju Presiden dong !". Sri Sultan pun tersenyum malu He3x. Apa memang seperti ini kelakuan para tokoh Negeri ku? Mau dibawa kemana negeriku nanti ?

Label:

0 komentar:

Posting Komentar