by : MARIO TEGUH
Engkau sahabat ku terkasih,
Bayangkanlah ini ...
Sebuah kehadiran berdiri di belakang mu,
yang kau kenali tanpa kau lihat,
yang kau rasa tanpa kau sentuh,
dan yang kau hirup kegagahannya tanpa memeluknya;
dan kemudian kau menghadapnya tanpa berputar.
Dan kau rasakan getaran di dinding dada mu,
pipa nafas mu menyempit karenanya,
yang berirama dengan kedalaman suara damai-nya,
yang berbicara kepada hati mu ...
Wahai Hati Yang Mencari,
ini yang aku undangkan kepada mu, bahwa
Masa yang baru ini harus kau masuki dengan kekuatan yang damai.
Cegahlah semua bibit kelemahan untuk menyertai mu dalam memasuki tahun
yang masih bersih, segar, dan indah ini.
Yakinilah,
Bila engkau memulainya dengan kelemahan,
engkau akan mengakhirinya dengan kekecewaan.
Tahun ini sebetulnya sangat berserah kepada mu.
Semangatnya adalah semangat mu,
kekuatannya adalah kekuatan mu,
dan keindahannya mengambil semua bahan pembentuknya dari keindahan hati mu.
Bila hati mu mencari,
Janganlah engkau membatasi
apa yang dapat Tuhan lakukan untuk mu.
Apakah engkau berdoa?
Karena doa mu adalah permintaan mu.
Apakah doa mu?
Bila engkau meyakini bahwa Tuhan kita adalah Yang Maha Mendengar, Yang
Maha Kaya, dan Yang Maha Menjawab Permintaan,
Mengapakah engkau meminta yang kecil-kecil?
Sadarkah engkau bahwa dengan menakar permintaan mu, engkau sebenarnya
telah bertindak seolah-olah membatasi kewenangan Tuhan?
Sadarkah kau, bahwa engkau seolah melarang Tuhan untuk menyejahterakan
dan membahagiakan mu – lebih baik dari yang sedikit engkau takarkan
bagimu dalam permintaan kecil mu itu?
Janganlah engkau membatasi apa yang dapat Tuhan lakukan untuk mu.
Tugas mu adalah meminta, maka minta-lah.
Kemudian pantaskanlah diri mu bagi jawaban dari permintaan mu itu.
Ingatlah bahwa
Sebuah kualitas tidak bisa lepas
dari kualitas sebelumnya.
Sebuah tahun yang utuh, seperti apa pun yang utuh – memiliki awal,
tengah, dan akhir. Tetapi, yang sering kau lupakan adalah bahwa yang
tengah itu adalah sebuah proses yang bergantung kepada kualitas tindakan
mu, untuk menjadikan akhir-nya juga berkualitas.
Setiap tahun memiliki awalan, tetapi tidak satu pun dari tahun-tahun itu
yang mampu kembali ke awalnya. Tidak juga kau.
Engkau tidak akan bisa mencoba kembali hidup di dalam masa lalu mu,
tanpa melukai kualitas kehidupan mu hari ini. Tidak ada yang dapat kau
lakukan kepada hal-hal yang telah menjadi ‘tadi’, atau yang ‘kemarin’,
apalagi yang ‘dulu’.
Engkau juga tidak akan mampu mencoba hidup di dalam impian masa depan mu
– sebagai cara untuk melarikan diri dari masa kini mu, tanpa mengabaikan
kualitas kehidupan mu hari ini. Seandainya saja engkau mengetahui, bahwa
engkau tidak akan mampu mengabaikan kehidupan, karena kehidupan telah
mulai menelantarkan mu pada tanda pertama bahwa engkau tidak menghormati
kehidupan.
Sekarang, sadarilah bahwa
Setiap hari adalah awal dari kehidupan baru mu.
Semua yang ada awalnya menuju kepada akhirnya. Maka pastikanlah bahwa
akhir yang sedang kau tuju adalah sebuah akhir yang baik - dengan
memastikan bahwa engkau memulai tahun yang baru ini, sebagaimana engkau
harus memulai apa pun - yaitu dengan awal yang baik.
Wahai Hati Yang Mencari,
Aku mendengar awal dari bisikan-bisikan kesungguhan baru mu;
maka berketetapanlah setelah engkau memutuskan,
karena
Apa pun yang dimulai dengan kebaikan,
akan dimuliakan dengan ujian.
Tetapi engkau sering melihat ujian itu sebagai penyulit bagi perjalanan mu.
Ujian itu adalah pemulia bagi mu - bila engkau tulus menerima hukum
bahwa upaya adalah pengubah nasib. Kesulitan adalah pengundang bagi
upaya yang lebih berkualitas.
Sehingga sebetulnya, bila dalam upaya mu – engkau menemui kesulitan, itu
berarti bahwa engkau berhak bagi hasil yang lebih baik daripada yang
tadinya engkau tuju; dan para malaikat menghadiahkan kesulitan agar
engkau mengupayakan cara-cara yang lebih baik - untuk mencapai yang
lebih baik daripada yang tadinya ingin kau capai.
Dan karena Tuhan tidak akan memberikan kepada mu ujian yang berada di
luar kemampuan mu untuk menyelesaikannya, dan bila engkau tulus
mempercayai Beliau – engkau akan menghibahkan diri mu dalam
pekerjaan-pekerjaan menghamba yang mengubah nasib mu.
Tetapi kemudian dalam desah nafas ragu mu, engkau mengingatkan diri mu
bahwa kemampuan mu kecil. Lalu seolah engkau sedang berkhotbah, lancar
bicara mu merincikan semua alasan mengapa engkau tidak berhak bagi
impian-impian yang lebih besar daripada yang bisa dicapai dengan
kemampuan kecil mu.
Dan untuk hati mu yang lemah dan melemahkan itu,
aku katakan ini kepada mu,
bahwa
Tuhan kita – sebagai kekasih mu,
akan mencukupkan sekecil-kecilnya kemampuan mu
untuk menyelesaikan sebesar-besarnya pekerjaan mu.
Bila bukan itu yang Beliau lakukan untuk kekasih-Nya, lalu untuk apakah
engkau disebut kekasih Tuhan?
Maka lengkapkanlah upaya mu untuk mengkekasihkan diri mu kepada Tuhan.
Untuk itu,
Apakah yang sudah kau lakukan untuk membahagiakan Tuhan mu?
Apakah selama ini engkau mencari yang membahagiakan mu, dengan cara-cara
yang mengabaikan kebahagiaan Tuhan?
Apakah ada kebahagiaan yang tidak datang dari suka cita Tuhan atas
sikap, pikiran, dan tindakan mu?
Maka camkanlah ini,
Bila hanya untuk kesenangan – hal-hal yang palsu bisa saja mencukupi;
tetapi bila untuk kebahagiaan – engkau tidak bisa menghindari yang benar.
Dalam pengertian baik mu,
Engkau dapat mengubah apa pun yang selama ini kau kerjakan untuk diri mu
yang hasilnya subur bagi keluhan itu – menjadi pekerjaan untuk
membahagiakan Tuhan, yang hasilnya adalah upah yang memuliakan dari Beliau.
Apakah kau sadari bahwa
Semua upah adalah upah yang berasal dari persetujuan Tuhan.
Apakah kau sadari bahwa tidak ada orang yang bisa membayar mu kurang
atau lebih dari yang telah diijinkan Tuhan untuk kau terima?
Bila engkau memperhatikan,
Tuhan Yang Maha Kaya telah menjadikan beberapa orang di antara kita
untuk menjadi juru bayar bagi kita.
Maka janganlah engkau marah kepada juru bayar yang membayar mu kurang,
karena keputusan mengenai jumlah yang kau terima kurang itu - ada dalam
keputusan di langit.
Dan janganlah juga engkau berlebihan dalam pujian dan terima kasih mu
kepada juru bayar yang membayar mu lebih, karena keputusan mengenai
jumlah yang kau terima lebih itu - juga ada dalam keputusan di langit.
Bila ada di hati mu perasaan seperti engkau sedang diperlakukan tidak
adil, berbicaralah dengan Kekasih mu Yang Maha Pengasih itu.
Di hadapan Tuhan,
engkau akan menemukan arti kebebasan yang sebenarnya.
Di hadapan Beliau engkau terbebaskan dari semua batasan dan kungkungan.
Bila kebingungan dan kesedihan mu memantaskan diri mu untuk sebuah
tangisan yang rintihannya rendah dan dalam, … maka menangislah dengan
jujur di hadapan Tuhan mu.
Bila masih ada kepalsuan di dalam hati mu, engkau akan bertahan dan
tidak mengijinkan diri mu menangis. Tetapi, bila di hadapan Tuhan pun
engkau masih berpura-pura, kepada siapa kah engkau dapat berlaku jujur?
Dalam kesedihan dan kegembiraan,
ketulusan mu selalu dekat dengan air mata mu.
Walaupun pandangan mu terburamkan oleh air mata, sebetulnya hati mu
mengerti bahwa Beliau tersenyum penuh kasih menantikan ketulusan hati mu.
Tidak ada tangisan yang lebih indah daripada tangisan mu yang telah
berserah.
Tangisan mu adalah pembuka dari semua kepura-puraan dan kepalsuan mu.
Derai tangis mu adalah tanda bahwa engkau telah lama membawa beban berat
yang seharusnya telah lama kau serahkan kepada Tuhan mu.
Serahkanlah semua beban mu. Beliau sangat tersanjung menerima semua
beban mu; itu sebabnya Beliau kau sebut sebagai Tuhan mu.
Beliau telah meminta mu untuk menyerahkan beban mu kepada-Nya, bahkan
sebelum engkau mengerti permintaan; tetapi entah mengapa engkau berlaku
seperti engkau tidak membutuhkan bantuan.
Tuluslah dalam rembukan mu dengan Tuhan.
Engkau tidak dapat keluar dari pertemuan yang tulus dengan Tuhan mu,
tanpa menjadi pribadi yang baru, yang lebih baik.
Wahai Hati Yang Mencari,
Berserahlah …
Tugas mu adalah melakukan yang terbaik dari yang bisa kau lakukan.
Apa pun dampak dan hasil dari upaya mu, ada dalam kewenangan Tuhan mu..
Bukan bakat mu, bukan kepandaian mu, dan bukan modal mu yang mengundang
Beliau untuk menghadiahi mu dengan kemuliaan dan kelimpahan;
tetapi
kesungguhan mu untuk menatapkan sikap mu ke arah-arah kebaikan,
kesungguhan mu untuk mencemerlangkan pikiran mu untuk menemukan
pintu-pintu kebaikan,
dan kesungguhan mu untuk menetapkan tindakan mu di jalan-jalan kebaikan.
Tidakkah engkau memikirkan,
bahwa
Jalan-jalan kebaikan adalah jalan Tuhan.
Dan bila engkau berjalan di jalan kebaikan,
engkau berjalan bersama Tuhan.
Maka, berketetapanlah setelah engkau memutuskan untuk bersikap baik,
berpikiran baik, dan untuk bertindak yang baik;
lalu,
Wahai Hati Yang Mencari,
Setia lah kepada yang benar,
karena
Apa pun yang dimulai dengan keburukan,
akan diperbaiki dengan kesulitan.
Tuhan Yang Maha Memelihara tidak akan membiarkan kita berlaku salah
tanpa diingatkan bahwa kita perlu memperbaiki diri.
Kesulitan yang dihadiahkan kepada pribadi yang baik – sebagai cara untuk
lebih memuliakannya; juga dihadiahkan kepada pribadi yang sedang salah –
sebagai cara untuk membuatnya membenci keburukan dan merindukan
kedamaian dari berlaku dalam kebaikan.
Lalu, dengan pengertian ini – apakah engkau masih membenci kesulitan?
Apakah engkau masih merasa pantas untuk mengeluh?
Sekarang, tersenyumlah bersama ku,
Bukankah pengertian ini semakin memperdalam cinta kita kepada Tuhan?
Bukankah sekarang – lebih mudah bagi mu untuk bersabar?
Sudah jelaskah bagi mu sekarang, bahwa kesabaran itu bukanlah sifat,
tetapi akibat?
Bila engkau mengerti, engkau akan bersabar.
Bila engkau bersabar, engkau akan dikasihi Tuhan;
karena kesabaran mu datang dari pengertian mu,
dan pengertian mu datang dari keberserahan mu kepada Tuhan.
Maka berketetapanlah setelah engkau memutuskan,
karena
Di awal dari masa-masa yang kejelasannya masih terselubung,
tugas mu adalah untuk memulai.
Janganlah engkau tercegah dari memulai sesuatu yang baik, hanya karena
belum lengkap pengetahuan mu tentang hal itu.
Lakukanlah, karena di dalam melakukannya itu lah engkau akan dibuat
mengetahui.
Dan di dalam melakukannya itu lah, para malaikat akan meletakkan yang
kau cari - di hadapan langkah mu, agar engkau menemukannya.
Sehingga sebetulnya,
Wahai Hati Yang Mencari,
Tidak ada kuasa mu untuk menemukan,
kecuali di buat menemukan.
Engkau tidak akan mampu menemukan yang kau cari, tanpa dibuat menemukan
yang kau cari.
Maka jadikanlah diri mu pribadi yang diutamakan, agar diutamakan
penemuan-penemuan mu.
Yang sekarang harus kau mengerti dengan lebih baik, adalah tujuan dari
pengutamaan mu.
Engkau diutamakan agar engkau menjadi Peneladan Kebaikan, Penganjur
Kebaikan, dan menjadi Pengharus Kebaikan.
Di dalam pengertian itulah terurutkan tempat-tempat naik mu. Dan engkau
tidak akan dinaikkan tanpa pemeliharaan untuk menjadi yang berwenang di
tempat-tempat tugas mu.
Maka mulailah di masa yang baru ini, untuk menjadi Peneladan Kebaikan,
untuk kemudian naik menjadi Penganjur Kebaikan, dan kemudian untuk
menjadi Pengharus kesetiaan kepada Kebaikan.
Kemudian sadarilah,
bahwa dalam tugas mu sebagai Pengharus Kebaikan – engkau tidak
terbebaskan dari keharusan untuk tetap menjadi Peneladan Kebaikan,
karena tanpanya – engkau tidak akan bertenaga sebagai Penganjur Kebaikan,
dan kehilangan kepantasan untuk menjadi Pengharus Kebaikan.
Wahai Hati Yang Mencari,
Karena tidak ada kebaikan yang sekecil apa pun yang tidak tercatat bagi
pengenalan yang adil, maka Tuhan mu tidak akan menyia-nyiakan upaya mu
untuk menjadikan diri mu bernilai.
Bila engkau tulus dalam pencarian mu,
dan tidak menghalangi sinar-sinar yang menerangi pengertian mu,
engkau akan segera menyadari
bahwa sebenarnya engkau sedang dalam perjalanan
untuk menemukan diri mu sendiri.
Ada pribadi mulia di dalam diri mu itu.
Tetapi penampilannya sering terbelakangkan oleh kepentingan- kepentingan
mu yang tidak penting, oleh kekhawatiran mu untuk upah-upah kecil, dan
oleh ketakutan mu akan ketertinggalan dari orang-orang tidak jujur.
Sadarilah bahwa ketulusan mu adalah sinar yang membuat mu melihat semua
penghalang kebaikan itu sebagai fatamorgana yang memperdaya.
Wahai Hati Yang Mencari,
Sebetulnya engkau sedang mencari pribadi mulia mu sendiri, yang akan kau
temukan dalam derajat-derajat yang bertingkat.
Dalam tahun-tahun yang meningkat di dalam kehidupan mu, tingkatkanlah
nilai diri mu agar terpantaskan bagi mu kemuliaan sebagai Peneladan
Kebaikan, sebagai Penganjur Kebaikan, dan sebagai Pengharus Kebaikan.
Nilai diri mu adalah alasan bagi peningkatan derajat mu.
BILL GATES, Sekelumit Kisah Co-Founder Microsoft
-
Siapa yang tidak kenal dengan Bill Gates, orang paling kaya di dunia yang
tidak segan untuk mendonasikan sejumlah kekayaannya untuk membantu orang
lain. ...
8 tahun yang lalu
0 komentar:
Posting Komentar